Apa itu Multi Boot? Pengertian, Kelebihan serta Risikonya

Umumnya, sebagian besar pengguna laptop atau komputer hanya memiliki satu sistem operasi yang diinstal. Khususnya Windows. 

Ini adalah sistem operasi sejuta umat dan mudah ditemukan di mana-mana. OS ini juga merupakan penunjang utama mereka setiap harinya.

Namun, ada teknik yang memungkinkan kamu untuk menginstal dua, atau lebih, sistem operasi pada laptop atau komputer yang sama. Sehingga dapat memilih mana yang ingin kamu boot kapan saja. Inilah yang dinamakan Multi Boot.

Jika dipetakan secara harfiah, multi berarti lebih dari satu. Sedangkan Boot atau Booting mengacu pada proses awal menyalakan laptop atau komputer. Lebih lanjut tentang multi boot, berikut kami jelaskan secara lengkap:

  1. Pengertian Multi Boot
  2. Apakah Sama Multi Boot dan Dual Boot
  3. Kelebihan Multi Boot
  4. Risiko Multi Boot

Pengertian Multi Boot

Multi Boot adalah keadaan dimana dalam sebuah laptop atau komputer terdapat lebih dari satu sistem operasi.

Gabungan sistem operasi ini bisa dijadikan booting pada sebuah hard drive. Biasanya dua file ISO telah disimpan di dalam sebuah flashdisk yang telah dicolok pada laptop.

Selanjutnya saat laptop melakukan booting, kamu dapat memilih sistem mana yang ingin kamu boot setiap kali menyalakan komputer. Dalam hal ini biasanya terdapat sistem operasi gabungan antara Windows 7, Linux dan Windows 10.

Apakah Sama Multi Boot dan Dual Boot?

Istilah Multi Boot mungkin sebelumnya masih asing di telinga kamu. Bagaimana dengan Dual Boot? Nyatanya, ke dua istilah ini memiliki fungsi dan peran yang sama. Iya, hanya istilahnya saja yang berbeda. 

Kelebihan dari Multi Boot

Multi Boot memberikan banyak kelebihan dan kemudahan, berikut daftarnya:

1. Memaksimalkan Sumber Daya

Saat Multi Boot kamu memiliki akses fisik ke semua sumber daya komputer (prosesor, grafik, dan lain-lain.) serta dapat memanfaatkan kinerja komponen-komponen ini sepenuhnya.

Dengan cara ini, misalnya, kamu dapat menggunakan Linux untuk produktifitas atau bekerja (karena lebih aman dan umumnya mengonsumsi lebih sedikit sumber daya). 

Sedangkan Windows dapat dimaksimalkan untuk bermain game. 

2. Biaya yang Hemat

Menikmati beberapa layanan sistem operasi tidak perlu merogoh kocek yang dalam. Hanya menyediakan satu buah flashdisk sudah bisa mengeksplorasi fitur-fitur. Dalam hal ini, contohnya sistem operasi Windows 10 dan Linux. 

3. Fleksibilitas

Dengan adanya dua sistem operasi, ke duanya sama-sama bersinergis membuat peran komputer menjadi lebih maksimal. 

Misalnya, saat ada masalah di salah satu sistem operasi yang digunakan, maka untuk sementara kegiatan bisa digantikan oleh sistem operasi lainnya. 

Begitu juga dengan aplikasi yang tidak dapat dijalankan di salah satu sistem operasi, maka bisa dijalankan di sistem lainnya.

Risiko Multi Boot

Di setiap kelebihan, tentu ada kelemahan dalam sebuah sistem. Berikut daftar kelemahan atau risiko Multi Boot

1. Risiko Virus

Menggunakan satu sistem operasi saja masih diintai virus, apalagi kalau menggunakan dua sekaligus pada perangkat yang sama.

Meski Linux terkenal dengan sistem operasi yang tangguh terhadap virus, masih ada celah untuk disusupi. Apalagi disandingkan dengan Windows yang memang merupakan sasaran utama hacker

2. Risiko File Terkunci

Menggunakan multi boot harus siap siaga juga terhadap partisi atau file yang terkunci. 

Partisi yang terkunci acap kali ditemukan pada sistem Multi Boot. Meski cara ini ada solusinya, tetapi memerlukan waktu agar bisa diperbaiki, tergantung pada kecepatan instalasi Windows saat boot.

3. Pembaruan Sistem Operasi

Supaya Windows tetap aman, maka sistem operasi butuh diperbarui (update) secara berkala. Proses pembaruan ini tentunya dapat mengganggu sistem Multi Boot.

Masalahnya, pembaruan pada Windows dapat memuat kembali Master Boot Record (MBR) sehingga beberapa sistem Linux hilang.

Begitu juga saat pembaruan gagal, sistem secara otomatis akan mengunci Windows pada mode Multi Boot.

4. Data yang Tertimpa

Multi Boot dapat berisiko terhadap data yang di-overwriting alias ditimpa. 

Data-data yang mungkin saja penting bisa sekejap hilang tertimpa dengan data baru yang tidak sengaja kamu timpa di data penting sebelumnya. 

5. Kapasitas Hardisk yang Berkurang 

Multi Boot memungkinkan booting di dua atau lebih sistem operasi pada satu perangkat komputer. 

Konsep ini membutuhkan banyak media penyimpanan, sehingga membebani banyak ukuran pada penyimpanan hardisk.  


Itulah artikel apa itu Multi Boot. Multi Boot memberikan banyak kelebihan saat menggunakannya. 

Tak hanya menunjang kebutuhan, konsep ini juga memberi nuansa emosional karena masing-masing pengguna punya preferensi soal sistem operasi favoritnya.

Namun, di samping banyak kelebihan ada risiko yang selalu mengintai. Kalau kamu, tim Multi Boot atau One Boot? Yuk ceritakan di kolom komentar di bawah.

Yuk Diskusikan di Komentar