Apa itu Typo? Arti, Penyebab, Menghindari dan Contohnya

Kapan terakhir kali kamu mengetik kalimat dengan struktur kata yang tidak tepat, hilang, atau tidak beraturan? Misalnya “Aku akan pergi ke sana” menjadi “Aku akn purgi ke sana”.

Sebagian orang mungkin mengerti dengan konteks yang kamu maksud, sisanya mungkin tidak, dan malah akan menjadi salah kaprah serta bisa berujung fatal.

Nah, huruf-huruf pada kata yang tidak berada pada porsinya itu disebut Typo.

Istilah typo sendiri populer di internet sejak tahun 1940an. Di Indonesia, kata itu mulai digunakan pada medio 2011an, terutama kerap dijumpai pada platform sosial media atau forum. 

Hingga kini, kata typo terus digunakan dan mengacu pada kesalahan ketik. 

  1. Arti Typo
  2. Penyebab Typo
  3. Cara Menghindari Typo
  4. Contoh Tulisan Typo

Pengertian Typo

Typo merupakan kependekan dari “typographical error”, kata ini digunakan untuk mendeskripsikan kesalahan pengetikan.

Jadi, typo adalah kesalahan pengetikan pada suatu kata atau kalimat yang struktur hurufnya ada yang hilang atau dan tidak pada porsi yang tepat. 

Jika melirik KBBI, typo memiliki padanan Bahasa Indonesia yang berarti saltik,  akronim dari salah tik atau salah ketik. 

Selain itu Google Translate pun dapat mengartikel kata “typo” sebagai “salah ketik”. Memang kata “typo” itu diambil dari bahasa Inggris.

Penyebab Typo Terjadi

Manusia bukanlah mesin, tidak juga diatur oleh algoritma. Kesalahan-kesalahan dalam pengetikan adalah manusiawi. Berikut beberapa penyebab kenapa terjadi typo: 

1. Keyboard HP Berukuran Kecil

Poin pertama biasanya dialami oleh orang yang memiliki jari terlalu besar dan orang tua yang memiliki mata rabun sehingga efektivitas dalam menggunakan keyboard jadi tidak maksimal. 

Apalagi hal itu juga didukung oleh ukuran layar dan keyboard pada setiap smartphone yang berbeda-beda.

2. Terburu-Buru Mengetik Teks

Mengetik merupakan kegiatan klise yang dilakukan sehari-hari. Beberapa orang memilih mengetik dengan cara yang cepat agar meringkas waktu dalam berkomunikasi lewat media text.

Di samping itu juga,  mereka telah mengenal layout keyboard pada layar atau fisik, sehingga hal-hal yang membuat terjadinya typo lazim ditemukan.

3. Aktifnya Fitur Koreksi Otomatis

Koreksi otomatis atau Auto correct merupakan salah satu fitur pada smartphone yang memudahkan pengguna menulis setiap kata dengan sempurna. Auto correct biasanya lebih kompatibel dengan Bahasa Inggris. 

Kemampuannya dalam memahami setiap kata bahasa Indonesia tentunya terbatas dan malah menjadikan tulisan typo.

4. HP Bermasalah

Smartphone error bisa jadi salah satu kenapa orang bisa typo. Kerusakan terutama pada layar membuat beberapa tulisan jadi tidak bisa diketik.

Cara Terhindar dari Typo

1. Gunakan Layout Keyboard Besar

Menggunakan layout keyboard dalam bentuk yang lebih besar menawarkan kenyamanan dalam menulis. Gagasan-gagasan dalam menulis text pun jadi lebih berkembang dan typo yang tidak diinginkan menjadi lebih terminimalisir.

2. Jangan Mengetik Terburu-Buru

Salah satu pangkal masalah terjadinya typo adalah dengan mengetik terburu-buru, hal itu karena kurangnya konsentrasi dan jari yang kurang presisi dalam mengetik. 

Mengetiklah dengan cara yang santai, hal itu juga lebih menghargai lawan bicara kamu melalui text. Dan menghindari typo yang bisa saja berujung fatal.

3. Matikan Dulu Fitur Auto-Correct

Alih-alih membuat tulisan jadi rapi, auto correct malah akan membawa bencana apabila salah mengetikkan teks yang kamu maksud. Terlebih fitur ini lebih cocok digunakan dalam Bahasa Inggris.

Oleh sebab itu, matikan dulu fitur auto correct saat atau sebelum menulis teks. 

4. Periksa Ulang Teks Sebelum Dikirim

Dengan memeriksa teks sebelum mengirim, kamu tidak hanya dapat mengoreksi maksud dan tujuan dari kalimat yang telah ditulis, tetapi juga memeriksa kembali tulisan-tulisan yang typo. 

Apalagi jika pesan tersebut ditulis untuk ditujukan pada orang-orang penting seperti orang tua, atasan, dosen, dan lain sebagainya. 

Baca Juga: Apa itu Latepost?

Contoh Teks Typo dalam Sehari-Hari

Ada saja tingkah orang-orang menuliskan ketikan typo. Mulai dari yang biasa-biasa saja bahkan sampai tingkat serius nan kocak, berikut daftarnya.

  1. “Baby” menjadi “Babu” karena huruf Y dan U berdekatan
  2. “Bisa” biasanya menjadi “Bias” dan kata ini berbeda makna
  3. “Bun” bisa berubah menjadi “Roti” akibat dari fitur auto correct
  4. “Nemenin” menjadi “Nememin” karena huruf M dan N berdekatan
  5. Tak jarang kata “Presiden” menjadi “Pesinden” karena auto correct juga

Itulah artikel Apa itu typo. Dulu sebelum ada email dan sosmed, mengirim surat fisik merupakan aktivitas berbagi pesan. Kalimat-kalimat yang terbenam di dalamnya pun baik. Kata demi kata, diksi demi diksi pun tersusun rapi. 

Hasilnya, jarang terdapat typo di dalamnya. Yuk, mulai sekarang menulis pesan dengan typo yang minim agar mendapatkan feedback yang baik oleh orang lain. Semoga bermanfaat.

Yuk Diskusikan di Komentar