Pengalaman Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS)

Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa atau yang sering disebut dengan LDKS merupakan suatu kegiatan yang digunakan untuk melatih para siswa agar lebih disiplin dan juga bertanggung jawab. Kebanyakan kegiatan ini ditujukan kepada calon anggota OSIS.

Pada kegiatan LDKS seperti ini tidak tanggung-tanggung dari kebanyakan sekolah memilih untuk para siswanya dilatih langsung oleh TNI. Karena sudah jelas sikap disiplin dan tanggung jawab dari TNI tidak diragukan lagi. Itu yang akan memotivasi para siswa agar dapat berubah seperti itu. Dengan adanya LDKS juga dapat membentuk karakter para siswa untuk lebih mandiri. Kemandirian sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari karena kita tidak mungkin selalu mengandalkan bantuan dari orang lain.

Banyak siswa yang merasa takut jika akan mengikuti LDKS. Mengapa terjadi demikian? Itu kemungkinan disebabkan karena mereka telah mendengar cerita dari kakak kelasnya yang sudah mengikuti LDKS. Sebenarnya tidak menakutkan, mungkin karena mereka kurang terbiasa dengan kegiatan yang terbilang lebih disiplin. Memang pada saat LDKS jika kita telat dalam kegiatan biasanya ada hukuman. Itu dimaksudkan agar para siswa terbiasa untuk disiplin.

Kalau ada yang mau LDKS sudah tenang saja, kegiatan ini tidak seseram yang kamu bayangkan kok hehehe …. Di bawah ada sedikit cerita tentang pengalamanku saat mengikuti LDKS ketika SMK.

LDKS untuk yang Pertama

LDKS pertama
https://2.bp.blogspot.com

Pada umumnya LDKS ditujukan untuk calon anggota OSIS, tapi tidak dengan sekolahku. Aku sekolah di SMK Negeri 1 Ngasem Kabupaten Kediri. Di sekolahku LDKS ditujukan untuk semua murid baru. Tapi sebenarnya bukan dari dulu diadakan seperti itu, baru pada tahun pelajaran 2015/2016 ditetapkan bahwa LDKS diwajibkan untuk semua murid baru. Tepat sekali pada tahun tersebut aku masih kelas 10 jadi harus mengikuti LDKS.

LDKS dilaksanakan di Brigif 16 / Wira Yudha Kediri. Lokasinya di sekitar area wisata kaki Gunung Klotok. Saat itu semua siswa berangkat dari rumah masing-masing, tapi wajib diantar oleh orang tua. Bukan hanya karena tempatnya yang jauh dari area sekolah, alasan lainnya karena umur yang belum mencukupi untuk boleh berkendara sendiri (maksudnya belum memiliki SIM).

Kegiatan LDKS diakan 2 hari 1 malam, dimulai hari Sabtu pagi. Sebelum jam 7 semua harus sudah sampai lokasi karena pada jam 7 diadakan upacara apel pembukaan. Aku berangkat jam 5 pagi diantar oleh bapak. Sebenarnya saat itu belum tau lokasinya tepatnya dimana, jadi aku memutuskan untuk berangkat bersama dengan temanku. Dia mampir ke rumahku dengan bapaknya kemudian berangkat bersama.

Belum sampai seperempat perjalanan ban motor temanku bocor jadi harus mencari tempat tambal ban terlebih dahulu. Saat itu hati sudah tidak tenang karena takut kalau datang terlambat. Lokasinya juga belum tau persisnya dimana. Masih butuh waktu lagi untuk mencari lokasinya, sedangkan waktunya sudah terpotong untuk menambal ban.

Perasaan sudah campur aduk gelisah, khawatir, takut, semua jadi satu. Takut apa sih sebenarnya ? Takut kalau terlambat terus dihukum, karena yang melatih adalah TNI. Tau sendiri kan kalau TNI itu gimana, pastinya disiplin dan tegas pula. Haduh tentu ada konsekuensinya jika kita melakukan sesuatu tidak sesuai prosedurnya.

Sesampainya di Brigif 16 / Wira Yudha ternyata apel pembukaan belum dimulai, tapi sudah banyak yang datang mereka langsung berkumpul di lapangan. Baris diurutkan sesuai kelas masing-masing. Sedikit pusing juga mencari kelasnya karena ada 17 kelas. Ketika itu aku belum terlalu hafal dengan teman sekelasku karena memang baru saja selesai MOS dan selang beberapa hari langsung diadakan LDKS tersebut.

Suka Duka Latihan Dasar Kepimpinan Siswa

LDKS diawali dengan apel pembukaan kemudian langsung dilanjutkan dengan LBB (Latihan Baris Berbaris). Sebelum itu semua diarahkan ke basecamp tempat menaruh barang-barang juga sebagai tempat istirahat. Setelah itu baru menuju tempat LBB, kita semua diharuskan berlari. Dengan banyaknya siswa sekitar 575 yang seketika itu semua lari bareng hampir saja aku terjatuh karena bertabrakan dengan teman-teman yang lain. Wajar sajalah karena postur tubuhku yang terbilang kecil jadi tersenggol sedikit saja berasa pengen jatuh ahaha …

Kegiatan LBB berselang cukup lama dan tentunya cukup menguras tenaga. Setelah itu dilanjutkan makan siang berjamaah. Alhamdulillah saat itu lauknya lengkap ada daging, sayur, dan buah. Pada saat persiapan makan semua masih ramai dan sibuk sendiri bercengkrama dengan teman sebelahnya. Ketika diatur sama TNI agar semua diam dan makan bisa dimulai tapi para siswa susah sekali untuk diam. Akhirnya dengan tegas pelatih memberi waktu beberapa menit untuk makan dagingnya terlebih dahulu. Kemudian disuruh untuk menghabiskan sayurnya. Jadi di box makan tinggal ada nasi, pisang dan segalas air mineral.

Selanjutnya terdengar aba-aba yang membuat para siswa kaget mendengarnya. Aba-aba tersebut menyuruh kita untuk mencampur pisang dihaluskan dengan nasi dan menuangkan air mineral kedalamnya. Haduh tidak kebayang disuruh makan seperti itu. Setelah waktunya habis jika ada siswa yang makanannya belum habis maka harus pindah ketempat yang panas dan menghabiskan makanan tersebut. Ini semua terjadi juga karena kurang disiplinnya para siswa.

Itu tadi kisah dukanya, kalau kisah sukanya dalam LDKS kita juga dibekali materi tentang kemimpinan. Bagaimana menjadi pemimpin yang disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan tentunya dapat menjadi contoh. Hal ini diharapkan saat kembali ke sekolah kita sudah mempunyai bekal tersebut. Sikap sopan santun terhadap yang lebih tua juga sangat penting, kalau disekolah diharapkan bisa diterapkan kepada guru.

Kegiatan Jelajah Malam

ldks
Gambar oleh Haraid Matern dari Pixabay

LDKS tidak hanya melatih para siswa agar disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab tetapi juga melatih mental. Uji coba untuk melatih mental yang dilaksanakan pada LDKS kali ini adalah jelajah menyusuri hutan Gunung Klotok. Dimulai dengan adanya sedikit renungan malam kemudian dilanjutkan perjalanan menuju lokasi gunung sebelum masuk hutan.

Penjelajahan ini dimulai jam 12 malam. Para siswa dikelompokkan cewek cowok sendiri-sendiri. Perkelompok ada sekitar 10 hingga 13 siswa. Kebetulan saat itu dikempokku aku berada diurutan nomor 3 dari depan. Sudah terbayang bagaimana gelapnya hutan dan kita harus menyusurinya mencari jalan yang benar, karena kalau sampai salah jalan sudah pastilah nyasar tidak bisa pulang.

Sebelum masuk hutan semua sudah diceritakan bagaimana keadaan hutan tersebut. Ada pula cerita mistisnya yang konon katanya di tempat yang digunakan untuk berkumpul tersebut adalah pintu gerbang kerajaan jin yang ada disitu. Siapa coba yang nggak takut? Pastilah pikiran sudah kemana-mana, memang pada dasarnya aku orangnya penakut.

Dikasih tau juga perkelompok harus bisa saling menjaga dan mengetahui jumlah anggotanya. Sebelumnya ada yang pernah kehilangan anggotanya sampai pagi belum ketemu dan ada pula anggotanya tambah 1 orang. Hii berarti yang 1 itu bukan orang dong (alias jin).

Perkelompok mulai berjalan memasuki hutan, tapi ada satu kalimat yang harus dihafalkan tetapi per orang 1 kata dan ketika tiba di pos-pos yang disediakan harus setor hafalan tersebut. Dengan syarat diperjalan tidak boleh menyebutkan kalimat tersebut, yang dibolehkan hanyalah berdzikir untuk mengurangi rasa takut. Pada kegiatan ini melatih jiwa kebersamaan.

Tidak disangka-sangka ketika sudah masuk hutan yang pertama kita temui adalah dupa. Itu sudah membuat jantung berdebar-debar pikiran kemana-mana tidak jelas. Saat melanjutkan perjalanan lebih seram lagi kita bertemu dengan kuntilanak, gondoruwo, boneka pocong yang tiba-tiba jatuh dari atas dan masih banyak sekali lainnya yang membuat semua siswa teriak ketakutan. Kita 1 kelompok kalau berjalan kan semua gandengan jadi kalau ada 1 yang jatuh semua ikut jatuh. Eh ternyata hantunya itu adalah teman kita sendiri. Mereka yang sakit dan tidak kuat untuk berjalan maka mereka disuruh untuk menakut-nakuti yang lain. Parah siih …

Ketika sudah melihat jalan pikiran lega banget Alhamdulillah sudah bisa keluar dari hutan. Kemudian di pos terakhir kita harus menyetorkan kalimat yang dihafal tadi. Gara-gara suasana hutan yang mencekam dan kita tidak boleh menghafal saat diperjalanan jadinya 1 kelompok tidak ada yang ingat kalimat tersebut. Ternyata ada hukumannya, yang tidak hafal harus masuk kedalam kolam. Saat itu jam 3 pagi. Beerrrr kebayang dong bagaimana dinginnya. Dengan badan basah kuyup pulang ke basecamp sudah hampir subuh jadi sudah jelas tidak ada waktu untuk tidur.

LDKS Mencetak Generasi Berkarakter

karakter
Gambar oleh http://annisasafiraasin.blogspot.com

Untuk melatih keberanian para siswa pada kegiatan LDKS ini diadakan game-game menantang. Para siswa satu persatu harus melewati tantangan yang disediakan. Beberapa tantangan yang dihadapi secara individu atau kelompok dapat membentuk karakter mereka dalam menyelesaikan tantangan tersebut. Dimaksudkan jika dalam kehidupan nyata dapat mengatasi masalah yang mereka hadapi.

Jadi, LDKS itu tidak seseram yang kalian bayangkan. Ada banyak sisi lain yang lebih menyenangkan, lebih seru, dan pastinya menambahkan pengalaman. Kita juga diajarkan untuk lebih mementingan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.

Dengan materi yang sudah diberikan diharapkan para siswa dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dapat merubah kebiasan para siswa agar lebih baik lagi. Banyak sekali manfaat yang kita dapat setelah mengikuti LDKS.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *